Dalam
beberapa minggu pertama, fokuslah untuk mencukupi asupan makanan, membuatnya
nyaman, dan merasa dicintai. Jadi apa lagi dibutuhkan si kecil dan harus Anda
lakukan? Kami bertanya kepada para pakar.
Setelah
melahirkan putraku, aku tidak sabar untuk pulang dari rumah sakit, membayangkan
momen manis saat mendekapnya, berjalan-jalan dengan kereta bayi yang
menyenangkan, dan asiknya mendandani si kecil dengan pakaian mungilnya. Namun
begitu kami pulang ke rumah, kenyataan pun berbicara. Kehidupan menjadi serial
menyusui 24 jam, tidur sebentar, maraton mengganti popok yang silih
berganti. Lupakan saat-saat membiarkan Noah tengkurap atau membacakannya board
book yang sudah kujajarkan dengan rapi di lemari buku. Aku hampir tidak
bisa mandi.
Sebagai
mantan editor American Baby, aku mengetahui berbagai hal yang seharusnya
kulakukan–dan aku langsung khawatir mengabaikan pertumbuhan dan kesehatan
anakku. Sedikit hal yang kuketahui, aku tidak seharusnya begitu khawatir. Pada
saat-saat awal ini, bayi membutuhkan kasih sayang Anda lebih dari apapun, kata
Anita Chandra-Puri, MD, dokter anak di Northwestern Memorial Physicians Group
di Chicago. “Anda juga harus memberi perhatian untuk pemulihan diri sendiri,
terutama jika Anda menjalani operasi caesar.” Jadi apa yang benar-benar layak
untuk energi Anda yang berharga? Biarkan aku membantu Anda memprioritaskan.
Kembali
tidur
Dari sejak
pertama kali Anda meletakkan si kecil di dalam tempat tidurnya di rumah sakit,
tidurkan dia dalam posisi terlentang. Ini adalah salah satu langkah
berhati-hati terbaik untuk menghindari kematian bayi mendadak (SIDS) dan
tercekik. “SIDS jarang terjadi, tapi ini hal yang parah,” kata Robert Wiskind,
MD, dokter anak di Atlanta.
Pelajari
caranya Pada
awalnya, bayi mungkin akan tertidur saat disusui. Bedonglah–sebelum dia mulai
disusui, jika Anda menginginkannya–lalu baringkan dia dalam posisi terlentang.
Keluarga yang berusia lebh tua mungkin akan mengatakan bahwa bayi lebih baik
tidur tengkurap, tapi jika Anda sudah membaringkan bayi dengan terlentang sejak
awal, inilah saat dimana dia akan mulai belajar tidur, ujar Dr. Wiskind.
Cara tidur
lain yang seharusnya Anda lakukan: Bersihkan tempat tidur bayi dari apapun
kecuali kasur yang tidak terlalu empuk, seprai yang terpasang kencang, dan bayi
Anda. Membawanya tidur bersama memang sangat menggoda, terutama karena dia
sangat sering menyusu pada awalnya, tapi ini membuatnya memiliki risiko
tercekik Anda atau selimut. Jika dia harus tidur di samping Anda, pastikan
menggunakan cosleeper (buaian bayi yang dipasang pada tempat tidur).
Bergembira
saat mandi
Air,
permukaan lantai, dan bayi yang mudah terpeleset bisa menjadi perpaduan
mengerikan. Untungnya, mandi adalah salah satu hal yang tidak perlu segera Anda
lakukan. Sampai tali pusat anak lepas, dia tidak harus berendam. Lebih baik
gunakan kain waslap yang dibasahi air hangat dan lap bagian lehernya, area
popok, di belakang telinga, dan area kotor lainnya. “Bayi tidak sekotor itu,”
kata Dr. Wiskind. Tetap saja, dalam bulan pertama, begitu tali pusat sudah
lepas, buah hati Anda harus dimandikan untuk pertama kalinya.
Pelajari
caranya Lakukan
sedikit persiapan sebelum Anda menangani tugas yang terkadang daunting ini,
kata penasihat American Baby Laura Jana, MD, dokter anak dan penulis Heading
Home With Your Newborn. “Letakkan semuanya dalam jangkauan Anda,”
katanya–karena Anda harus selalu menjaga bayi dengan tangan yang satunya.
Isilah bak mandi bayi dengan air hangat-hangat kuku sedalam 3 centimeter atau
lebih, dan sandarkan punggung bayi. Anda bisa menggunakan sabun bayi dan sampo
yang lembut, tapi ini tidak perlu dilakukan. Area popok adalah satu dari
beberapa tempat yang seringkali tidak bersih pada tahap ini. “Jika waktu mandi
menjadi ritual menyenangkan, Anda bisa melakukannya setiap malam. Namun jika
momen ini membuat stres, mandi beberapa kali dalam seminggu juga boleh,” ujar
Dr. Wiskind.
No comments:
Post a Comment