Sunday, 29 March 2015

Prioritas Bayi di Minggu Pertama



Dalam beberapa minggu pertama, fokuslah untuk mencukupi asupan makanan, membuatnya nyaman, dan merasa dicintai. Jadi apa lagi dibutuhkan si kecil dan harus Anda lakukan? Kami bertanya kepada para pakar.
Setelah melahirkan putraku, aku tidak sabar untuk pulang dari rumah sakit, membayangkan momen manis saat mendekapnya, berjalan-jalan dengan kereta bayi yang menyenangkan, dan asiknya mendandani si kecil dengan pakaian mungilnya. Namun begitu kami pulang ke rumah, kenyataan pun berbicara. Kehidupan menjadi serial menyusui 24 jam,  tidur sebentar, maraton mengganti popok yang silih berganti. Lupakan saat-saat membiarkan Noah tengkurap atau membacakannya board book yang sudah kujajarkan dengan rapi di lemari buku. Aku hampir tidak bisa mandi.
Sebagai mantan editor American Baby, aku mengetahui berbagai hal yang seharusnya kulakukan–dan aku langsung khawatir mengabaikan pertumbuhan dan kesehatan anakku. Sedikit hal yang kuketahui, aku tidak seharusnya begitu khawatir. Pada saat-saat awal ini, bayi membutuhkan kasih sayang Anda lebih dari apapun, kata Anita Chandra-Puri, MD, dokter anak di Northwestern Memorial Physicians Group di Chicago. “Anda juga harus memberi perhatian untuk pemulihan diri sendiri, terutama jika Anda menjalani operasi caesar.” Jadi apa yang benar-benar layak untuk energi Anda yang berharga? Biarkan aku membantu Anda memprioritaskan.
Kembali tidur
Dari sejak pertama kali Anda meletakkan si kecil di dalam tempat tidurnya di rumah sakit, tidurkan dia dalam posisi terlentang. Ini adalah salah satu langkah berhati-hati terbaik untuk menghindari kematian bayi mendadak (SIDS) dan tercekik. “SIDS jarang terjadi, tapi ini hal yang parah,” kata Robert Wiskind, MD, dokter anak di Atlanta.
Pelajari caranya Pada awalnya, bayi mungkin akan tertidur saat disusui. Bedonglah–sebelum dia mulai disusui, jika Anda menginginkannya–lalu baringkan dia dalam posisi terlentang. Keluarga yang berusia lebh tua mungkin akan mengatakan bahwa bayi lebih baik tidur tengkurap, tapi jika Anda sudah membaringkan bayi dengan terlentang sejak awal, inilah saat dimana dia akan mulai belajar tidur, ujar Dr. Wiskind.
Cara tidur lain yang seharusnya Anda lakukan: Bersihkan tempat tidur bayi dari apapun kecuali kasur yang tidak terlalu empuk, seprai yang terpasang kencang, dan bayi Anda. Membawanya tidur bersama memang sangat menggoda, terutama karena dia sangat sering menyusu pada awalnya, tapi ini membuatnya memiliki risiko tercekik Anda atau selimut. Jika dia harus tidur di samping Anda, pastikan menggunakan cosleeper (buaian bayi yang dipasang pada tempat tidur).

Bergembira saat mandi
Air, permukaan lantai, dan bayi yang mudah terpeleset bisa menjadi perpaduan mengerikan. Untungnya, mandi adalah salah satu hal yang tidak perlu segera Anda lakukan. Sampai tali pusat anak lepas, dia tidak harus berendam. Lebih baik gunakan kain waslap yang dibasahi air hangat dan lap bagian lehernya, area popok, di belakang telinga, dan area kotor lainnya. “Bayi tidak sekotor itu,” kata Dr. Wiskind. Tetap saja, dalam bulan pertama, begitu tali pusat sudah lepas, buah hati Anda harus dimandikan untuk pertama kalinya.
Pelajari caranya Lakukan sedikit persiapan sebelum Anda menangani tugas yang terkadang daunting ini, kata penasihat American Baby Laura Jana, MD, dokter anak dan penulis Heading Home With Your Newborn. “Letakkan semuanya dalam jangkauan Anda,” katanya–karena Anda harus selalu menjaga bayi dengan tangan yang satunya. Isilah bak mandi bayi dengan air hangat-hangat kuku sedalam 3 centimeter atau lebih, dan sandarkan punggung bayi. Anda bisa menggunakan sabun bayi dan sampo yang lembut, tapi ini tidak perlu dilakukan. Area popok adalah satu dari beberapa tempat yang seringkali tidak bersih pada tahap ini. “Jika waktu mandi menjadi ritual menyenangkan, Anda bisa melakukannya setiap malam. Namun jika momen ini membuat stres, mandi beberapa kali dalam seminggu juga boleh,” ujar Dr. Wiskind.

No comments:

Post a Comment