Masalah Motorik
Banyak orang tua berminat membelikan baby walker karena propaganda yang mengatakan alat ini bisa membuat bayi cepat pandai berjalan. Kenyataannya tidak demikian. Karel mengatakan baby walker berpotensi mengganggu perkembangan motorik kaki anak. Sebab, untuk bergerak anak hanya perlu menggunakan sebagian serabut motorik otot kaki. Misal dengan menggerakkan ujung jari dan mengandalkan otot-otot betis, dalam posisi duduk sekalipun, anak bisa berpindah tempat.
Banyak orang tua berminat membelikan baby walker karena propaganda yang mengatakan alat ini bisa membuat bayi cepat pandai berjalan. Kenyataannya tidak demikian. Karel mengatakan baby walker berpotensi mengganggu perkembangan motorik kaki anak. Sebab, untuk bergerak anak hanya perlu menggunakan sebagian serabut motorik otot kaki. Misal dengan menggerakkan ujung jari dan mengandalkan otot-otot betis, dalam posisi duduk sekalipun, anak bisa berpindah tempat.
Sementara untuk bisa berjalan dengan benar dan
lancar, anak perlu melatih otot paha dan pinggul. Dan ini sering tidak
terpenuhi bila anak dibiasakan bermain dengan baby walker. Akibatnya
otot tungkai tidak terlatih untuk menyangga tubuh anak saat berjalan. Anak jadi
sering jatuh. Hal ini bisa menimbulkan trauma yang membuat anak takut
melangkah, dan akhirnya membuat dia lambat pandai berjalan. Ditambah lagi ada
efek psikologis yang membuat anak malas berjalan mandiri karena baby walker
membuatnya terbiasa bergerak ke sana kemari tanpa susah payah menjejakan kaki
di lantai.
Baby walker juga dicurigai sebagai salah
satu penyebab kelainan kaki pada anak. Pasalnya duduk mengangkang di dalam baby
walker bisa menyebabkan kelainan tulang paha. Para ahli menduga banyaknya
anak berjalan seperti bebek atau mengangkang karena pengaruh baby walker.
“Bila ingin melatih motorik kaki, lebih baik anak dilepas di lantai dan belajar berjalan secara alami dengan kaki terlanjang,” kata Karel. Cara ini bisa melatih seluruh serabut motorik otot, mulai dari otot betis, paha, sampai pinggul, juga membantu merangsang koordinasi jemari kaki, sehingga memembuat anak bisa berjalan dengan lebih baik. Jika anak mengalami jatuh bangun, itu hal biasa yang justru memberi pengalaman pada anak untuk tidak mudah menyerah.
“Bila ingin melatih motorik kaki, lebih baik anak dilepas di lantai dan belajar berjalan secara alami dengan kaki terlanjang,” kata Karel. Cara ini bisa melatih seluruh serabut motorik otot, mulai dari otot betis, paha, sampai pinggul, juga membantu merangsang koordinasi jemari kaki, sehingga memembuat anak bisa berjalan dengan lebih baik. Jika anak mengalami jatuh bangun, itu hal biasa yang justru memberi pengalaman pada anak untuk tidak mudah menyerah.
Tentunya belajar berjalan secara alami ini
membutuhkan bantuan dan pengawasan orang tua. Ada beberapa persiapan sederhana
yang perlu dilakukan, seperti memastikan lantai dalam keadaan bersih dan tidak
licin. Satu lagi saran Karel. Ajaklah si kecil berenang. Kegiatan yang satu ini
membuat seluruh otot tubuh bergerak, temasuk kaki, lengan, dan leher. Dan ini
sangat bagus untuk merangsang perkembangan motorik anak
No comments:
Post a Comment